Selamat Datang Risna's Simple Blog

Galeri

Jangan Cemas dg Masa depan wahai Remaja


Bismillah kalii inii admin ingin memberi nasehat ya nasehat ni dari  seorabg  Tere Liye penulis novel "Hafalan sholat delisa tuh yang best seller ^_^, mumpung dikit lagi udah US ...langsung ajaa
Jangan cemas dengan masa depan kita,
sepanjang sejak dini kita terus belajar dan
melakukan yang terbaik, maka sekolah yang
baik, pekerjaan yang baik, akan tiba dengan
sendirinya.
Jangan habiskan waktu mengikuti trend,
mengikuti kebiasaan orang-orang; kita ini
sudah keren menjadi diri sendiri tanpa perlu
ikut2an kata orang. Dan jelas, bodo amat
dengan penilaian mereka yg bilang kita
aneh, nggak gaul, kuper, dsbgnya.

Kedudukan Bismillah


Bismillah ^_^ assalamu alaikum,, penulis ingin berbagai sedikit ni tentang  kedudukan suatu kalimat singkat  yang sering dilupakan tatkala.melakukan sesuatu aktifitas...
Bismillah adalah kalimat yg selalu diulang2 tdk seprti kalimat lainnya. Pengulangan kalimat tsb menujulukkan betapa tinggi kedudukannya didalam Al-Qur'an.
Ketika kita pertama kali membuka Al-Qur'an,kalimat pertama yang kitabakan baca adalah Bismillahirrohmanirrohiim. Selanjutnya,disetisp surat kalimat tsb selalu ada menyertai kecuali surat at-Taubah.
Menurut Ibnu Katsir bahwa para sahabat Rasulullah Saw, membaca bismillah jika mereka membuka Al-Qur'an .Oleh karena otu,sunnah membacanya disetiap permulaan ucapan n perbuatan Bismillah selalu ada diawal pada setiap surat Qur'an.Bismillah ditulis dlm Qur'an sebanyak 144x sesuai dgn banyaknya surat yang ada didalam,Qur'an. Walaupun dalam sutat at-Taubah juz ke-10 tidak ada bismillah pada awalnya akan tetapi dalam surat an-Naml pada ke-19 terdapat dua lafadz Bismillah,yaitu pertama diawal dan kedua berada pada ayat 30, yg berbunyi "Innahu min sulaiimana wa innaahuu,Bismillahirrohmanirrohiiim
Bismillah adalah kalimat yg selalu diulang2 tdk seprti kalimat lainnya. Pengulangan kalimat tsb menujulukkan betapa tinggi kedudukannya didalam Al-Qur'an.
Ketika kita pertama kali membuka Al-Qur'an,kalimat pertama yang kitabakan baca adalah Bismillahirrohmanirrohiim. Selanjutnya,disetisp surat kalimat tsb selalu ada menyertai kecuali surat at-Taubah

Khulafaur Rasyidin :Abu Bakar ash-Siddiq


Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 M) Sang Pembela Rasulullah
Abu Bakar termasuk pelopor kaum Muslimin pertama, As-Sabiqunal Awwalun, para pendahulu. Ia adalah orang yang memercayai Rasulullah di saat banyak orang menganggap beliau gila. Abu Bakar termasuk orang yang siap mengorbankan nyawanya, di saat banyak orang hendak membunuh Rasulullah.
Nama awal Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Dalam lembaran sejarah disebutkan nama ayahnya adalah Abu Quhafah. Ini pun bukan nama sebenarnya. Utsman bin Amir demikian nama lain dari Abu Quhafah. Abu Bakar lahir pada 573 Masehi, lebih muda sekitar tiga tahun dari Nabi Muhammad.
Sebelum masuk Islam, ia dipanggil dengan sebutan Abdul Ka’bah. Ada cerita menarik tentang nama ini. Ummul Khair, ibunda Abu Bakar sebelumnya beberapa kali melahirkan anak laki-laki. Namun setiap kali melahirkan anak laki-laki, setiap kali pula mereka meninggal. Sampai kemudian ia bernazar akan memberikan anak laki-lakinya yang hidup untuk mengabdi pad Ka’bah. Dan lahirlah Abu Bakar.
Setelah Abu Bakar lahir dan besar ia diberi nama lain; Atiq. Nama ini diambil dari nama lain Ka’bah,

Ketika.Bumi menjadi Sempit

Ketika Bumi Menjadi Sempit
Berikut ini merupakan kisah dari Ka’ab bin Malik.
Ketika Nabi yang mulia berangkat perang bersama para sahabat beliau dalam perang Tabuk, ada tiga orang sahabat yang enggan ikut dalam barisan pasukan Nabi, yaitu Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’ah. Ka’ab bercerita, “Ketika kudengar berita bahwa Nabi telah kembali dari Tabuk, terpikir dalam hatiku untuk berdusta. Aku berpikir bagaimana supaya selamat dari kemurkaan Nabi. Namun ketika Nabi sudah sampai di Madinah, aku berpikir bahwa aku tidak akan selamat sedikit pun.
Aku kemudian memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya mengapa aku tidak ikut berperang bersama beliau. Nabi datang di Madinah. Aku temui dia. Beliau tersenyum, senyum marah. “Kemarilah,” ujar Nabi.

C.I.N.T.A UTK SIAPA?



"Cinta
itu
cahaya
sanubari, kurniaan Tuhan
untuk insani
Rasa bahagia biarpun
sengsara, berkorban segala-
gala"
Lirik lagu nasyid "Kerana Cinta" ini
singgah sebentar di minda ini bila menulis
tajuk ini.
Seringkali perkataan ini bermain-main di
fikiran dan seringkali juga ia menjadi
tanda tanya orang-orang di sekelilingku
bila cinta sejati akan menjemputku. Bukan
tidak pernah diintai oleh sang kumbang,
tetapi tanpa ikatan yang sah, aku tidak
akan sekali-kali membenarkan sang

Kisah Iblis dan Ibnu Ummi Maktum


Iblis dan Ibnu Ummi Maktum
Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah seorang sahabat yang mulia. Dia menjadi salah satu sebab turunnya surah ‘Abasa. Suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum mengikuti pengajian Rasulullah SAW. Dalam kesempatan itu, Rasul menyampaikan akan kewajiban setiap Muslim yang mendengar azan untuk segera menunaikan shalat. Karena kondisi fisiknya, yakni matanya yang buta, ia memberanikan diri bertanya kepada Rasulullah SAW.
“Wahai Rasulullah SAW, apakah saya juga diwajibkan kendati saya tidak bisa melihat?” tanya Ibnu Ummi Maktum. Rasul menjawab, “Apakah kamu mendengar seruan azan?” Ibnu Ummi Maktum menjawab, “Ya, saya mendengarnya.” Rasul pun memerintahkannya agar ia tetap pergi ke masjid meskipun sambil merangkak.
Maka, dengan penuh keimanan, setiap azan berkumandang dan waktu shalat tiba, ia pun segera pergi ke masjid dan berjamaah dengan Rasulullah SAW. Suatu ketika di waktu Subuh, saat azan dikumandangkan, Ibnu Ummi Maktum pun bergegas ke masjid. Di tengah jalan, kakinya tersandung batu hingga akhirnya mengeluarkan darah. Namun, tekadnya sudah bulat untuk tetap berjamaah ke masjid.
Waktu Subuh berikutnya, ia bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda tersebut bermaksud menolongnya dan menuntunnya ke masjid. Selama berhari-hari, sang pemuda ini selalu mengantarnya ke masjid. Ibnu Ummi Maktum pun kemudian ingin membalas kebaikannya. “Wahai saudaraku, siapakah gerangan namamu. Izinkan aku mengetahuimu agar aku bisa mendoakanmu kepada Allah,” ujarnya.
“Apa untungnya bagi Anda mengetahui namaku dan aku tak mau engkau doakan,” jawab sang pemuda. “Jika demikian, cukuplah sampai di sini saja engkau membantuku. Aku tak mau engkau menolongku lagi sebab engkau tak mau didoakan,” tutur Ibnu Ummi Maktum kepada pemuda itu.
Maka, sang pemuda ini pun akhirnya mengenalkan diri. “Wahai Ibnu Ummi Maktum, ketahuilah

Abdullah,bin Ummi Maktum Pahlawan tuna netra

Abdullah bin Ummi Maktum, Pahlawan Tuna Netra
Dalam
memiliki ilmu dan adab istimewa yang dikaruniakan
menggantikan
sebagai cahaya dalam pandangan dan pancaran di hati. Sehingga ia dapat melihat
yang
kepala
mengetahui apa yang tersembunyi.
Bila Rasulullah SAW pergi ke berbagai medan
menjadi
mengimami shalat jamaah di mihrab beliau,
mimbar dengan khusyuk.
Pada awal sejarah Islam, Abdullah bin Ummi
untuk bergabung bersama orang-orang yang telah memeluk Islam. Ketika itu ia masih
merasakan betul manisnya keimanan. Menginjak
bahwa ajaran Islam telah menjadikan hatinya
matanya tak mampu melihat, namun
merupakan
itu
dikaruniakan Allah kepadanya.
Ibnu Ummi Maktum mempunyai naluri yang